Kamis, 25 Oktober 2012

Arti Sesunggunya



Bila telapak tanganmu berkeringat, hatimu dag dig dug, suaramu bagai tersangkut ditenggorokan itu bukan cinta tetapi SUKA

Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya itu bukan cinta tetapi BIRAHI

Bila kamu menginginkannya karena tahu ia akan selalu berada disampingmu, itu bukan cinta tetapi KESEPIAN

Bila kamu menerima pernyataan cintanya karena kamu tidak mau menyakiti hatinya, itu bukan cinta tetapi KASIHAN

Bila kamu bersedia memberikan semua yang kamu suka demi dia, itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI

Bila kamu bangga dan selalu memamerkannya kepada semua orang, itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN

Bila kamu mengatakan bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan, itu bukan cinta tetapi GOMBAL

Kamu MENCINTAINYA, ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA, karena itu adalah bagian dari kepribadiannya.

Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU;

Ketika HATIMU HANCUR TERCABIK BILA IA SEDIH, dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA;

ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA, Biarpun ia cukup tegar menghadapinya; Ketika kamu tertarik pada orang lain. Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.

Cinta adalah PENGORBANAN; MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI.

CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan EGOSENTRISME. Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar…Untuk sebuah CINTA

Karena cinta membuat KETIDAK SEMPURNAAN menjadi SEMPURNA

Perpisahan



perpisahan..
adalah suatu kala dan suatu saat kita menjalani kehidupan tanpa dirinya..
perpisahan bukan lah akhir dari semuanya..
tetapi perpisahan memberikan suatu makna, bahwa saat itu..
kita berada di tempat yang berbeda..
dalam jarak yang jauh atau di dalam waktu yang tak sama lagi..
perpisahan seperti sebuah ujian..
tapi bukan ujian yang mengharuskan kita belajar terlebih dahulu..
tapi perpisahan adalah suatu ujian yang membuat kita belajar memahami keadaan..
bahwa, dia tak ada di sini lagi jika kita membutuhkannya..
maka kala, perpisahan membuat kita merasa hancur karna rasa rindu yang tak terbendung lagi..
tapi itu lah, suatu rasa dari sebuah perpisahan..
tak ada perpisahan yang indah..
semua perpisahan dasar nya sama..
sama-sama harus menahan rasa perih di hati atau perasaan yang tdak terima dengan keadaan yang terjadi..
perpisahan juga pasti memberikan suatu hal.. yaitu penyesalan..
penyesalan selalu datang di akhir..
setelah berpisah, pasti akan timbul perasaan menyesal..
menyesal, mengapa waktu itu tak bersama nya terus..
menyesal, mengapa waktu itu membuat nya menangis..
dalam perpisahan hanya butuh satu, yaitu sabar..
kita harus sabar menjalani semua nya..
jika ada perpisahan, pasti ada pertemuan..
yakin lah, suatu saat nanti..
akan bertemu lagi.. :)

i miss you so . !!



Masa lalu adalah pilihan yang kita lalui sedangkan masa depan adalah pilihan yang kita tentukan

Arti “Sahabat” Sesungguhnya Setelah Membaca Kisah Ini





” tiada kasih yang lebih abadi daripada pemberian seorang sahabat yang sempurna- tidak akan mati walau ia pergi untuk selamanya dalam hidup kita” 

Aku tidak pernah berpikir kalau hidupku masih bisa bernafas setelah kecelakaan tabrakan mobil yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Istriku Angel berkata padaku, bahwa Tuhan masih sangat mencintaiku sehingga ia memberikan aku satu kehidupan baru dalam hidupku. Selama proses pemulihan aku hanya bisa duduk terbaring di kursi roda untuk melakukan aktifitas, sebagai anak tunggal satu-satunya dalam keluargaku, ayah dan ibu sangat mencintaiku.

Hidupku terlahir dengan kekayaan berlimpah, istriku cantik dan sejak kecil aku terbiasa dimanjakan sebagai anak orang kaya. Aku bersekolah di Australia saat lulus dari SMA dari Jakarta, menjadi orang kaya tidak membuatku dapat memiliki sahabat karena sifatku yang pendiam terlebih kata ibu sejak kecil aku mempunyai jantung yang lemah. Tidak heran mereka selalu mencemaskan keadaanku yang tidak pernah aku pikirkan, lucunya aku baru tau jantungku membusuk saat kecelakaan itu terjadi.

Aku duduk di teras rumahku yang menghadap ke laut Jawa dan memilih tempat itu sebagai masa penyembuhan dan rehabitasiku. Istriku sedang membuatkan aku segelas susu dan aku tanpa sengaja melihat sebuah buku novel tergeletak di meja teras, mungkin saja istriku baru membacanya dan menaruhnya disana. Aku membuka lembaran itu dan terselip sebuah foto antara aku, istri dan seorang sahabat yang telah lupa dalam ingatanku bernama Fernando.

Bukankah ini foto saat kami berada di Australia, Fernando berkerja sebagai pelayan kafe dan saat itu aku, istriku dan dia berfoto bersama saat berdiskusi. Istriku datang dan menghampiriku sembari meletakkan segelas susu di meja.

“ Mengapa foto ini ada disini sayang?” tanyaku
Istriku terkejut, mungkin karena ia takut gambar itu membuat aku teringat masa lalu.
“ Maaf aku tidak sengaja menemukan novel itu dari kiriman pos seseorang dan ketika membukanya terdapat foto kita semasa kuliah.”
Aku terdiam, istriku langsung seperti salah tingkah.
“ Ngomong-ngomong sekarang dimana Fernando, bukannya terakhir kita masih melihatnya saat bulan madu di Perth?”

Istriku terdiam, suara telepon tiba-tiba berdering dan dia langsung meminta izin untuk mengangkat. Aku hanya bisa mengenang foto kenangan itu, Fernando adalah sahabat pertama yang menjadi temanku saat aku nyaris mati karena kedinginan terserang hujan deras, ia bukan laki-laki beruntung seperti hidupku. Bahkan untuk menyambung hidupnya ia harus bekerja sebagai pelayan restoran, aku berterima kasih padanya karena berkatnya aku masih bisa hidup sampai detik ini.

Berkatnya juga aku bisa mengenal istri yang kucintai saat ini, persahabatan kami baik-baik saja hingga sebuah tragedi terjadi dalam hidup kami. Suatu ketika semua orang mempergunjing aku di kampus dan mengatakan aku seorang gay karena terlalu dekat dengan Fernando. Terang saja aku marah, kami normal dan dekat karena dialah satu-satunya sahabatku di Australia dan aku bahkan rela menghajar orang-orang yag menjelek-jelekkan sahabatku itu. Tapi pertanyaan it u terus menghantuiku, sebagian dari sahabatku memang pernah berbisik kalau sahabatku itu gaytapi Angel tidak pernah mengatakan begitu walaupun mereka sudah mengenal sebelum hadirnya aku.

Tapi hidup memang pahit, di mataku sendiri Fernando berciuman dengan sesama pasangan gay-nya. Aku hancur dan malu memiliki sahabat seperti dia, ada yang aneh ketika melihatnya berbuat demikian. Sidney memang kota bebas bagi gay, tapi tidak buat aku. Aku melupakan semua kebaikan yang pernah dia berikan padaku, jijik rasanya aku melihat monster itu hidup bersamaku selama ini. Aku tau Fernando melihatku memergokinnya saat itu, ia panik dan meminta maaf karena selama ini tidak jujur dengan statusnya, hal terakhir yang kudengar dari mulutnya adalah

“ Aku mungkin gay, tapi aku bukanlah monster yang ada disampingmu selama ini. Bagiku siapapun boleh menganggap aku manusia hina tapi janganlah kau sahabatku, karena kaulah satu-satunya sahabat dalam hidupku yang yatim piatu tanpa siapapun”

Aku tidak tergoda oleh kalimat itu walau terasa menyedihkan, kutinggalkan Sidney saat itu juga dengan membawa Angel pindah ke Perth. Aku tau Angel ingin menyarankan aku untuk menerima kenyataan tapi hatiku membeku dan tidak sudi memiliki sahabat gay dan menjijikkan seperti dia. Sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya seperti yang aku katakan sebelumnya kami kembali bertemu saat aku sedang berbulan madu bersama istriku tepatnya 3 tahun setelah kami berpacaran di sebuah restoran mewah ketika Fernando mulai menjadi koki di restorant itu.

Aku sadar ini saat terakhir aku berjumpa dengannya, karena aku akan kembali ke Jakarta. Saran istriku padaku untuk setidaknya mengucapkan kata perpisahan dengannya aku turuti, aku pun mengundangnya minum kopi bersama sebagai sahabat lama walaupun di hatiku tidak pernah mau memaafkan statusnya sebagai gay. Kami bicara seadanya tentang hidup kami , dia mengucapkan selamat atas pernikahan kami. Dan kami pun berpisah, ketika pulang aku tidak mengingat semuanya selain sebuah mobil menabrakku dan aku pun koma hingga tidak sempat mengingat Fernando.

Istriku kembali, dengan wajah sedikit senduh dia duduk di sampingku.

“ Sayang, sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentang foto itu”
“ Tidak ada selain pertanyaan ke mana Fernando saat ini?”

Istriku menunduk sambil berkata “ Dia ada disini..”. Aku menjadi bingung,
“ Maksudmu apa?”
“ Fernando tidak akan pernah ada di dunia ini lagi, tapi dia akan selalu ada di sini, tepatnya di jantung yang kamu miliki saat ini.”
“ Aku tidak mengerti maksudmu?”

Istriku menangis sambil bercerita, di saat-saat terakhir usai kecelakaan terjadi. Orang yang membawaku ke rumah sakit adalah Fernando, Dokter mengatakan bahwa jantungku sudah tidak berfungsi. Aku hanya memiliki waktu sedikit untuk tetap hidup dan dokter menyarankan Fernando mencari donor jantung. Istriku Angel begitu terkejut dengan berita kecelakaan itu, ia menangis di samping Fernando. Tidak mungkin mencari jantung yang tepat dalam waktu saat kondisi kritis seperti ini.

” Fernando, sebentar lagi Anthony akan menjadi seorang ayah, aku tidak lagi sanggup hidup bila bayi dalam kandunganku ini tidak memiliki ayah..” ujar Angel.

Fernando tersenyum dan berkata :
“ Percayalah kalau Anthony ( namaku) akan tetap hidup di samping kamu untuk selamanya”

Itulah kata-kata terakhir dari istriku, Fernando mendekat pada dokter dan berkata ia mau mendonorkan jantungnya padaku. Dokter terang saja menolak keinginan Fernado karena tidak ada hukum yang mengizinkan orang sehat untuk berbuat demikian. Fernando tidak putus asa, baginya hidupnya yang sebatang kara tidak akan memiliki masa depan terlebih tak akan ada seorang pun yang peduli padanya. Ia dengar kalau hanya orang yang sekarat boleh mendonorkan dirinya, sahabatku melakukan tindakan bodoh.

Sesaat sebelum kematiannya ia menelepon Dokter dan mengatakan bahwa seseorang donor yang bersedia menyumbangkan jantungnya. Dokter bertanya siapa orang itu, dengan tersenyum dibalik telepon Fernando berkata “ Saya menunggu anda di belakang rumah sakit, jantung ini hanya bisa bertahan selama beberapa saat, saya mohon dokter kemarilah dalam waktu 10 menit.” Dengan berani Fernando menabrakkan dirinya pada sebuah truk yang lewat, dia mengorbankan dirinya untuk menjadi donor dalam keadan sekarat.

Angel menerima kabar itu usai operasiku berjalan lancar saat itu ia hendak bertanya sosok donor yang menyumbangkan jantungnya dan berpikir untuk mengucapkan terima kasih pada keluarga, dokter mengatakan sang donor adalah Fernando. Angel tidak mungkin mengatakan kejadian itu padaku, ia hanya ingin menunggu saat yang tepat dan saat inilah aku tau. Aku hanya bisa menangis di atas makam sahabatku. Entah bertapa bodohnya aku tidak pernah mengerti arti sahabat dalam kehidupanku. Kalau saja saat itu aku memaafkan apa yang terjadi mungkin tidak akan ada penyesalan dalam hidupku.

“ Dia sahabat yang tidak hanya menolong hidupku satu kali tapi dua kali, bukanlah dia yang seharusnya meminta maaf tapi akulah yang meminta maaf tidak pernah mengerti bertapa dia adalah sahabat sejati dalam hidupku, aku terlalu egois mengatakan bahwa dia gay dan dia adalah petaka dalam hidupku. Mungkin kata dia terakhir padaku tidak akan pernah terlupa dalam ingatanku, ia memang gay tapi ia bukanlah monster yang akan mencintai sahabatnya sendiri.”

Aku tidak akan pernah melupakan hal ini, walaupun hidupku berjalan dengan waktu, semoga kisahku tidak membuat kalian menjadi seperti aku. Ingatlah sahabat itu hadir dalam hidup kita tanpa pernah kita sadari bahwa sejatinya tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini. anakku terlahir beberapa bulan kemudian dan untuk mengenang sahabatku, keberikan nama Fernando padanya.

Gay, lesbi , pria buta, wanita bisu mereka adalah manusia yang memiliki hati untuk mencintai dan kasih dalam persahabatan. Setidaknya kita menyadari saat ini sebelum terlambat
Ketika tidak ada lagi cara untuk mencari kebahagiaan, maka kita hanya memiliki satu pilihan yaitu mengorbankan apa yang kita sebut kebencian, sebab hanya dengan itulah kebahagiaan dapat kita temukan

Jumat, 19 Oktober 2012

” Karena tidak ada kasih sayang yang sesungguhnya abadi dalam pikiran kita selain kasih sayang seorang ibu yang selalu kita ingat sampai kita berakhir nanti ” 



” Karena sekeras apapun kesenangan yang didapatkan karena materi, ia tidak akan pernah bisa memberikan kebahagiaan sejati, sebab kebahagiaan sejati tercipta karena keikhlasan, kasih sayang dan ketulusan sesama untuk saling melengkapi”

” Apa dan bagaimana siapapun yang hadir dalam hidup kita, entah begitu kelamnya sejarah yang ia miliki, bukan kita yang pantes mengatakan ia baik/buruk. hanya Tuhan yang menilai dan waktu yang membuktikan akan jadi apa ia dalam hidup kita sebagai takdir” - Agnes Davonar
” hidup bagi mereka yang pergi hanyalah sebuah cara bagaimana kita melihat kebenaran dan kesalahan. mereka yang pergi mengatakan kepada kita apa itu arti keduanya dan kita yang hidup menjadikan sebagai pedoman ”
“ Dan percayalah.. apa yang terjadi dalam hidupmu kini adalah apa yang harus kamu pertanggungjawabkan dari setiap yang akan terjadi di masa lalu ”

Rabu, 03 Oktober 2012




“One word frees us of all the weight and pain of life: That word is love.” – Sophocles

“Attention is the most basic form of love; through it we bless and are blessed.” – John Tarrant

“We love because it’s the only true adventure.” – Nikki Giovanni

“Love is like quicksilver in the hand. Leave the fingers open and it stays. Clutch it, and it darts away.” – Dorothy Parker

“Love is friendship set on fire.” – unknown

“Love is an ideal thing, marriage a real thing.” – Goethe

“To be in love is merely to be in a state of perceptual anesthesia.” – H.L. Mencken

“Love is everything it’s cracked up to be. That’s why people are so cynical about it…It really is worth fighting for, risking everything for. And the trouble is, if you don’t risk everything, you risk even more.” – Erica Jong

“Sometimes love is stronger than a man’s convictions.” – Isaac Bashevis Singer

“Love is the master key that opens the gates of happiness.” – Oliver Wendell Holmes

“Maybe love is like luck. You have to go all the way to find it.” – Robert Mitchum

“Love stretches your heart and makes you big inside.” – Margaret Walker

“Love has no awareness of merit or demerit; it has no scale… Love loves; this is its nature.” – Howard Thurman

“Love is like war: Easy to begin but hard to end.” – Anonymous

“Love consists in this, that two solitudes protect and touch and greet each other.” – Rainer Maria Rilke

“Where love is, no room is too small.” – Talmud

“Loves makes your soul crawl out from its hiding place.” – Zora Neale Hurston

“Love is the irresistible desire to be irresistibly desired.” – Mark Twain

“Love is more than three words mumbled before bedtime. Love is sustained by action, a pattern of devotion in the things we do for each other every day.” – Nicholas Sparks

“To love is to receive a glimpse of heaven.” – Karen Sunde

“A love song is just a caress set to music.” – Sigmund Romberg

“Love is an act of endless forgiveness, a tender look which becomes a habit.” – Peter Ustinov

“Love is like a violin. The music may stop now and then, but the strings remain forever.” – unknown

“Love is the only sane and satisfactory answer to the problem of human existence.” – Erich Fromm

“In the final analysis, love is the only reflection of man’s worth.” – Bill Wundram, Iowa Quad Cities Times

“Love doesn’t make the world go round, love is what makes the ride worthwhile.” – Elizabeth Browning

“Oh, life is a glorious cycle of song,
A medley of extemporanea;
And love is a thing that can never go wrong;
And I am Marie of Roumania.”- Dorothy Parker

“To love is to suffer. To avoid suffering one must not love. But then one suffers from not loving. Therefore to love is to suffer, not to love is to suffer. To suffer is to suffer. To be happy is to love. To be happy then is to suffer. But suffering makes one unhappy. Therefore, to be unhappy one must love, or love to suffer, or suffer from too much happiness. I hope you’re getting this down.”- Woody Allen,

Sabtu, 29 September 2012

Tanpa kehadiran mu

Terlalu banyak kata terucap..
Terlalu manis ku mendengarnya..
Terlalu indah bila ku kenang..
Semua janji setia mu pada ku..

Mungkin kau benar..
Semua ucapan itu memang ku rasakan..
Tapi aku tak tau, sampai kapan..

Setiap kekosongan di setiap rindu ku..
Ku rasa bibir ini bergetar..
Aku ingin menyebut nama mu kencang
Agar kau tau, bahwa aku di sini..

Lihat aku di sini..
Tangis ini tak dapat lagi ku bendung..
Tak kuasa lgi ku mengingat semua itu..
Bila kau tak ingin melihatku, aku berharap..
Satu kata saja..
Aku ingin mendengar nya dari mu..

Senyum hanya mimpi bagiku..
Tanpamu, cinta tak bernilai..

Ketulusan ?




Seseorang yang memberikan rasa cinta yang tulus dan ikhlas, akan benar-benar melakukan sesuatu untuk kekasihnya dengan rela dan bukan karena terpaksa.Dia akan sentiasa ingin menghiburkan kekasihnya dan sanggup berubah demi menyenangi hati pasangannya. Saat kekasihnya sedang bersedih, biasanya dia akan mencoba untuk menghiburnya dan tidak menyalahkan.

Nasehat yang diberikan kepada kekasihnya, biasanya sebagai ungkapan bahwa dia sangat menyayangi dan mencintai sang pujaan hatinya.

Berusaha untuk membatasi kebebasan kekasihnya, hal ini karena perasaan cemburu yang meluap-luap. Jangan berpikir negatif saat kekasih anda mengekang kebebasan anda, karena dia tidak ingin anda berpaling darinya.

Dia sangat takut kehilangan anda. Sehingga selalu mengawasi setiap gerak gerik kekasihnya, mungkin yang muncul adalah rasa curiga saat anda bertemu dengan lelaki lain.

Biasanya kaum lelaki tidak suka jika kekasihnya bertemu dengan lelaki lain. Hal ini karena dia merasa cemburu dan sensitif jika kekasihnya tidak memberikan perhatian kepadanya.

Terkadang kaum lelaki seperti seorang anak kecil yang meminta perhatian karena dia ingin kekasihnya memberikan perhatian lebih dari orang lain berikan kepadanya.

Tetapi kaum lelaki akan rela membantu apa saja untuk sang pujaan hatinya merasa bahagia saat bersamanya. Mereka akan senantiasa memastikan keselamatan dari kekasihnya. Sehingga terkadang kepentingan dari kekasihnya lebih diutamakan daripada dirinya sendiri.

Bagi kaum lelaki, sang kekasih dituntut untuk bisa memanjakannya. Apabila kaum lelaki sering mempertanyakan kepada kekasihnya, apakah rasa cintanya masih milik mereka. Karena mereka tidak ingin kasih sayang antara mereka menjadi luntur.

Mereka akan meluangkan lebih banyak waktu bersama kekasihnya, meski terpaksa untuk mengorbankan waktu diri sendiri. Bagi mereka, kekasihnya adalah perempuan yang sangat istimewa. Sehingga dia akan selalu membanggakan kekasihnya di depan orang lain.

Jika kaum lelaki ditinggalkan oleh kekasihnya, maka mereka tidak akan pernah percaya dengan rasa cinta yang diberikan oleh perempuan lain. Karena dia lebih mengharapkan kekasihnya kembali kepadanya.

Seorang lelaki yang benar-benar jatuh hati kepada perempuan, maka akan menerimanya apa adanya. Apabila pujaan hatinya berselingkuh dengan lelaki lain, dia akan melakukan apa saja untuk merebut kembali hati kekasihnya. Karena dia menganggap kekasihnya sebagai orang yang paling dipercayainya sehingga dia pun sanggup menyerahkan harta walaupun nyawanya sendiri.

Lelaki tidak akan bertindak semena-semana kepada kekasihnya. Tetapi jika dia melakukan hal itu, maka hatinya belum 100% mencintai kekasihnya. Lelaki yang mencintai perempuan akan sanggup meneteskan air mata untuk kekasihnya. Memang tidak semua lelaki sanggup meneteskan air mata hanya untuk seorang perempuan. Tapi tidakkah anda terharu saat melihat seorang lelaki yg sanggup menitiskan air mata demi anda?

Mencintai Mu


Mencintaimu bukanlah sebuah pilihan..
Sebab hati tak mampu berpikir seperti logika..
Datang tiba-tiba… hasrat ingin selalu berdua..
Mencintaimu adalah rasa yang indah..
Mereka hanya bisa melarang tanpa mengerti..
Mereka hanya menolak tanpa berpikir bijak..
Mereka hanya tak mau tanpa menelusuri kedalaman batinku..
Mereka hanya bisa berpikir menurut mereka..
Mencintaimu adalah sebuah karunia..
Meski kau ada dunia juga tak selalu indah..
Mencintaimu bangkitkan semangat sepenuh jiwa..
Hadapi hari-hari yang tak selalu cerah..
Semoga kelak mereka mampu mengerti..
Semoga kelak mereka dapat menjadi bijak..
Semoga kelak terbuka hati nurani..
Semoga kelak terbuka pintu bahagia seutuhnya..

Kamis, 27 September 2012

Renungkan

Di saat kamu ingin melepaskan seseoarang , ingat lah di saat kamu ingin mendapatkan nya
Di saat kamu tidak lagi mencintai nya, ingat lah saat pertama kali kamu jatuh cinta kepada nya
Di saat kamu mulai bosan dengan nya, ingat lah selalu saat terindah bersama nya
Di saat kamu ingin menduakan nya, ingatlah dan bayangkan bahwa dia slalu setia kepada kita
Di saat kamu ingin membohongi nya, ingatlah saat dia selalu jujur kepada mu

maka, kamu akan merasakan berarti nya dia untuk dirimu

jangan sampai di saat dia sudah tidak di sisimu lagi , kamu baru menyadarinya semua arti dirinyaa bagi diri mu
yang indah hanya sementara
yang abadi hanya kenangan
yang ikhlas hanya dari hati
yang tulus hanya dari sanubari
tidak mudah mencari yang hilang
tidak mudah mengejar impian , namun yang lebih susah
mempertahankan yang ada, karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga


" Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai , maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini "
Don't give up

Selasa, 25 September 2012

Perasaan


Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam.. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan..
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta..

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu..
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita..
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya..

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama..

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan..

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya..

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu.. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi..

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping..Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut..

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta.. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu, dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya..

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak.. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka.. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu..

Bercinta memang mudah.. Untuk dicintai juga memang mudah.. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh..

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan..

Ku Nanti Canda mu kembali



Kaulah yang paling terindah..
Yang pantas kurindukan.
Hingga mampu mengikat erat..
Semua hari-hari yang kulalui..
Dan selalu menjerat ke alam kerinduan..
Yang sangatlah dalam..

Tak pernah ku bisa lupakan dirinya..
Walau sejenak saja..
Ku ingin kau kembali tersenyum..
Bukanlah sedih dan menangis..

Maafkan kesalahan..
Saat kita masih bersama..
Dan bawalah aku melayang..
Mendayung cinta di awan..
Akankah kembali dan ku nikmati lagi ?

Slalu kunanti candamu kembali..
Tak pernah lelah hatiku..
Kan tetap disini..
dan selalu kunanti
Candamu kembali..

Kuingin memiliki lagi..
selalu kunanti..
Candamu kembali..

Minggu, 02 September 2012

Tetaplah berlatih, Tetaplah berlari :)


IBRANI 12:1-2

"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 45; 2 Timotius 3; Yesaya 43-44

Kita tidak dapat memimpin siapa pun lebih jauh dibanding yang telah kita lalui sendiri. Terlalu sering kita khawatir tentang hasilnya sehingga kita mencoba jalan pintas atas protes tersebut. Tidak ada jalan pintas jika integritas terlibat. Akhirnya kebenaran akan selalu tersingkap.

Suatu waktu, ada seorang konsultan yang sedang mengikuti wawancara tentang quality control. Konsultan ini begitu percaya diri dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara. Pada satu pertanyaan terakhir yang diberikan pewawancara kepadanya ia ditanyakan mengenai pengalamannya di dalam bidang quality control. Berikut jawaban yang diberikan oleh konsultan, "Dalam quality control, kita tidak peduli tentang produknya. Kita peduli tentang prosesnya. Jika prosesnya benar, produknya dijamin." Hal yang sama berlaku di dalam integritas; integritas menjamin kepercayaan.

Pada bidang olahraga dikenal prinsip "Bermainlah seperti kamu berlatih". Prinsip ini sangat penting untuk diketahui dan juga dijalankan oleh para pemimpin. Mengapa? Karena ini berbicara tentang dirinya (si pemimpin) dan kepercayaan yang akan ia terima dari orang lain.

Saat Anda ingin mempertahankan kepercayaan dari orang lain dengan disertai integritas maka kepercayaan itu akan tetap Anda terima. Tetapi, bila Anda mempertahankan hal itu tanpa integritas maka dengan cepat kepercayaan itu akan hilang.

Hasil luar biasa selalu datang dari persiapan yang luar biasa juga!!

Say Goodbye

Baby come here and sit down,let's talk
i got a lot to say so i guess i'll start by
saying that i love you
But you know , this thing ain't been
No walk in the in the park for us
I swear it'll only take a minute
you'll understand when i finish, yeahh
And i don't wanna see you cry
But i don't wanna be the one to tell you a lie so

How do you let it go ? when you.
You just don't know? what's on
The other side of the door
When you're walking out, talk about it
Everything i tired to remember to say
Just went out my head
So i'ma do the best i can to get you to understand

There's never a right time to say goodbye
But i gotta make the first move
Cause i really don't feel the way i once felt about you
Girl it's not you, it's me
i gotta gotta figure out what i need
There's never a right time to say goodbye
But we know that we gotta go
Our seperate ways
And i know it's hard but i gotta do it
And it's killing me
Cause there's never a right time
Right time to say goodbye

But now your heart is breaking
And a thousand times i
Found myself asking "why? why?"
Why am i taking so long to say this?
But trust me, girl i never
Meant to crush your world
And i never
Though i would see the day we grew apart
And i wanna know

How do you let it go? when you
You just don't know? what's on,
The other side of the door
The other side of the door
When you're walking out, talk about it
Girl I hope you understand
What I'm tryna say.
We just can't go on
Pretending that we get along
Girl how you not gonna see it?

There's never a right time to say goodbye
But I gotta make the first move
'Cause if I don't you gonna start hating me
Cause I really don't feel the way I once felt about you
Girl it's not you it's me.
I gotta gotta figure out what I need
There's never a right time to say goodbye
But we know that we gotta go
Our separate ways
And I know it's hard but I gotta do it,
And it's killing me
Cause there's never a right time
Right time to say goodbye
Listen to your heart
Girl you know,
We should be apart, baby I
I just can't do it
I, I just can't do it
Listen to your heart
Girl you know,
We should be apart, baby I
I just can't do it
And sometimes it makes me wanna cry
Do you hear me crying?
There's never a right time to say goodbye
But I gotta make the first move
'Cause if I don't you gonna start hating me
Cause I really don't feel the way I once felt about you
Girl it's not you it's me.
I gotta gotta figure out what I need
There's never a right time to say goodbye
But we know that we gotta go
Our separate ways
And I know it's hard but I gotta do it,
And it's killing me
Cause there's never a right time
Right time to say goodbye

There's never a right time to say goodbye
But I gotta make the first move
'Cause if I don't you gonna start hating me
Cause I really don't feel the way I once felt about you
Girl it's not you it's me.
I gotta gotta figure out what I need
There's never a right time to say goodbye
But we know that we gotta go
Our separate ways
And I know it's hard but I gotta do it,
And it's killing me
Cause there's never a right time
Right time to say goodbye

Beberapa cara melupakan seseorang

Cara 1

Buang semua pemberian darinya.

Semua barang yang berasal darinya akan membuat kalian teringat:

SIAPA yang memberikan itu kepada kalian.
dialah yang saat itu yang memberikan itu padamu.

APA yang dilakukan dia terhadap kalian.
dialah yang saat itu yang melakukan yang terbaik untukmu

DIMANA dia memberikan itu kepada kalian.
dialah yang saat itu yang memberikan itu ditempat kenangan terindah berdua

KAPAN dia memberikan itu kepada kalian
dialah yang saat itu yang memberikan itu pada saat ulangtahunmu, anniversarymu, atau saat kalian berada dalam kesedihan, dalam kebahagiaan dan dalam kehangatan.

KENAPA dia memberikan itu kepada kalian.
untuk apa dia memberikan itu? karena dia sayang padamu pada saat itu.
BAGAIMANA dia memberikan itu kepada kalian?
dia memberikan dengan penuh ketulusan, dan penuh rasa sayang

Cara 2

Dengarkan musik klasik!

Setelah kalian buang jauh semua pemberian darinya. Nyalakan musik klasik dari handphone melalui headset. dan biarkan perasaan kalian terombang ambing larut didalam musik klasik itu

Cara 3

TIDUR, PEJAM, INGAT, RASAKAN, RENUNGKAN!

Saat mendengarkan musik klasik tadi dan terlarut didalamnya, tidurlah dalam kamarmu, pejamkan kedua matamu, ingatlah semua kejadian dan kenangan yang pernah kalian lalui bersamanya. kalau perlu flashback dari awal pertemuan kalian sampai akhirnya terpisah seperti saat ini. Rasakan rasa semua perasaan kalian saat itu. Sayang, bahagia, senang, dan semuanya yang bisa kalian rasakan saat itu. dan tiba saatnya RENUNGKAN! kini dia sudah pergi meninggalkanmu tangisilah sedalam2nya. Teruslah menangisinya hingga air mata itu habis dan semua perasaan dalam hati hilang.

Cara 4

Bangun!

Bangunlah dari renunganmu. Bangkitlah dari jatuhmu. Kini saatnya untuk melihat keseluruh penjuru. Kalian masih punya teman yang terus mensupport kalian. Kalian masih punya sahabat yang selalu ada untuk kalian. Kalian masih memiliki keluarga yang sangat dekat dengan kalian.

Cara 5

Lakukan segala kegiatan yang bisa dilakukan.

lakukan apapun yang bisa dilakukan. isilah hidupmu pada hari itu dengan kegiatan penuh yang mengalihkan pikiranmu.

Cara 6

Berkumpul bersama teman.

Berkumpulah bersama teman-temanmu, mereka akan dengan senang hati secara tidak langsung membantu kalian melupakan dirinya. dan kalian akan sadar bahwa dibumi ini bukan hanya dia seorang yang berarti dalam hidup kalian, tetapi mereka juga begitu berarti mengisi hari-hari kalian.

Cara 7

Cari nuansa baru dalam hidup.

Carilah nuansa baru dalam hidup kalian. Baik itu pergi kesuatu tempat yang belum pernah kalian kunjungi, ataupun melakukan sesuatu yang belum pernah kalian lakukan selama ini. Dengan begitu kalian akan mengerti bahwa hidup ini sangatlah indah, dan kalian akan belajar bahwa banyak yang bisa dilakukan didunia ini.

Cara 8

Maafkan dia

Ketika hidup kita sudah normal kembali, saatnya untuk mengingat dia kembali. Maafkanlah dia atas segala kesalahannya. Ternyata kita bisa hidup tanpa dirinya seperti saat ini

Cara 9
Lakukan hidupmu seperti adanya

Sudah saatnya kita kembali melakukan segalanya seperti adanya. Biarkan dia berlalu seiring berjalannya waktu, dan kalian akan berhasil melupakan kenangan manis bersamanya atau mungkin kalian akan menanggapi biasa saja terhadap kenangan manis kalian.

sebuah pohon dan anak lelaki

Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.

"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.

"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.

"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian."Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."

"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.

"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua.

Pohon apel itu adalah orang tua kita.

Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.

Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.


Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.




Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Renungan

Aku dan siput..
Suatu hari, Tuhan memberikan ku tugas untuk membawa siput jalan-jalan..
Aku tak dapat berjalan cepat bersama nya..
Sekalipun siput telah berusaha keras mengikutiku, setiap kali dia hanya bisa beralih sedikit demi sedikit..
Lalu aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya.. siput menjadi terluka..
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal.. susah payah, dia terus merangkak..
Aku mendesak, menghardik dan memarahinya.. siput memandanngku dengan pandangan minta maaf..
Seraya berkata : "maaf, aku sudah berusaha dengan segenap tenaga"..
Aku tak tahan, dan berteriak : "Tuhan, mengapa Engkau meminta aku mengajak seekor siput jalan-jalan? Apa maksud-Mu?"
Tiba-tiba aku merasa langit sunyi senyap.. Siput menghilang dari pandanganku.. inikah jawaban Tuhan? Dia menyingkirkan siput dari kehidupanku.. Baiklah, tugasku sudah selesai!

Tetapi, ternyata aku melihat siput tadi merangkak di depan ku.. Aku terpaksa berjalan kesal di belakangnya..
Aku pelankan langkah, menenangkan hati, dan 'sesuatu' datang dalam hatiku..

Rupanya, inilah yang Tuhan maksudkan..
Siputlah yang menuntun langkahku, bukan sebaliknya..

Aku diminta perlahan untuk merenungkan,
saat kita dipertemukan dengan 'seseorang'..
Saat Sang Penolong menemukan diri kita.. Ingat, itu anugrah yang mahal harganya..
karena dia, hidup kita dirubah-Nya..
Saat kita masih memiliki orang yang kita kasihi, berusahalah berkesempatan mengisi waktu bersamanya..

Karena, ketika dia pergi.. Semuanya menjadi 'terlambat'..

Saat mengingat orang yang kita sayangi, tetapi tidak membalas kebaikan kita..
Bisakah kita berdoa untuk kebaikannya?
Bukan kah kita berharap dia bahagia?

Saat ingat orang yang pernah kita cintai, tapi semuanya telah berakhir..
Berilah senyum manis untuk semua kenangan yang telah terjadi..
Karena dia telah membuat kita mengerti tentang kisah sejati..


Saat mengingat orang yang kita benci, mulailah belajar memaafkannya..
Kehadirannya telah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih bijak..
Saat ingat seseorang yang berkhianat kepada kita, pikirkan dia secara positif..
Jika bukan karena dia, hari ini kita tak pernah memahami dunia dari dua sisi..

Saat ingat orang yang meninggalkan kita begitu saja, berterimakasih lah..
Karena dia pernah ada dalam hidup kita..
Karena dia telah membuat kita peduli terhadap perasaan sesama..
Saat bertemu dengan orang yang pernah salah paham dengan kita, carilah kesempatan untuk menjelaskan..
Siapa tau ini adalah perjumpaan terakhir dengannya..

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang bersedia menemani kita seumur hidup, peliharalah cinta yang ada..
Karena dia merupakan anugrah yang terindah dalam hidup kita..

Mari kita selidiki hati kita..
Apakah kita sedang merasa repot untuk menyingkirkan 'siput siput' dalam hidup kita?
Renungkan kembali..
Tak pernah segala sesuatu terjadi kepada kita begitu saja..
Rencana Tuhan mengaturnya demi kebaikan kita..

Ketika kita berjumpa dengan seseorang, mungkin itulah kesempatan untuk saling melengkapi..
Tidak selalu membahagiakan, kadang tampak menyakitkan..
Saatnya lah untuk kita berjalan perlahan merenungkan arti keberadaannya dalam kehidupan kita..

Jika suatu saat kita jatuh dan terluka..
Kehilangan dan ditinggalkan..

Don't give up.. :)

Kesendirian


Aku berjalan di dalam kesendirian
Aku mencoba tak mengingat mu dan mengenangmu
aku telah hancur lebih dari berkeping-keping
Karna cintaku karna rasaku
yang tulus padamu

Begitu dalam nya aku terjatuh
dalam kesalahan rasa ini

Jujur aku tak sanggup, aku tak bisa
Aku tak mampu dan aku tertatih
Semua yang pernah kita lewati
Tak mungkin dapat ku dustai
Meskipun harus tertatih ..

Semua bukan untukku

Langit - Langit kamarku begitu kosong
cahaya mentari merayap masuk melalui jendela
aku kesepian ...

Hatiku bergejolak menjeritkan namamu
rasa nya aku tak kuat
di manakah engkau matahariku ?
aku membutuhkan sinarmu
Rasa nya bahasamu berbeda
adakah aku melukai hatimu ?

aku butuh perhatian , bukan celotehan
Mengapa kau tak dengan nya saja ?
bila perhatianmu bukan untukku
bila sayangmu kau tumpahkan untuknya

Sakit bila kau bukan lagi untukku
Tapi lebih menyakitkan 'memiliki tapi hanya sebuah kebohongan'

Kamis, 30 Agustus 2012

kebohongan seorang ibu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah berikut ini justru kebalikannya. Dengan adanya “kebohongan” ini, justru dapat membuka mata hati kita seperti sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
  1. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar".                                        
  2. Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan anaknya. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping saya dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata: "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan".
  3. Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah aku dan kakak-kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata: "Ibu tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata: "Cepatlah tidur nak, aku tidak capek". 
  4. Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:"Minumlah nak, aku tidak haus". 
  5. Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai kepala keluarga. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kami pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun turut membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata: "Saya tidak butuh cinta". 
  6. Setelah aku dan kakak-kakakku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata: "Saya punya cukup uang". 
  7. Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku: "Aku tidak terbiasa".

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata: "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan"

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan: " Terima kasih ibu ". Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita? Cemas apakah keduanya sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.___________________________________

Rabu, 29 Agustus 2012

Arti hidup

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah 'saya pernah datang dan saya sangat penurut'. Anak ini rela melepaskan
pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian, dan dia rela melepaskan pengobatannya. Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya.

Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.
Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah, papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yuan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada ASI dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit- sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para
tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan.

Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa.
Mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci baju, memasak nasi, dan memotong rumput.

Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya
mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri
sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah.

Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya.
Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.
Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas
desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan
papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri di kursi
yang panjang untuk menutupi hidungnya.

Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar
dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal
yang memerlukan biaya sebesar $ 300.000. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai
cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu
satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus, dalam hati Yu Yuan
merasa sedih.

Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa, saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati?". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga,
tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 Juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang
berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang ke rumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia
ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya, "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah foto ini".

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan
corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dia tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto.

Yu Yuan kemudian memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar.

Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin. Setelah mengetahui
keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yang berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri
dan akhirnya menyebar ke seluruh kota Rong Cheng.

Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk
menggalang dana bagi anak ini. Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese di dunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.

Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah
tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di email
bahkan menulis, "Yu Yuan, anakku yang tercinta. Saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan
sehat.

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan
alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita di dalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk
diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya.

Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat.
Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu Yuan dari lahir
sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya, air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama.

Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.
Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan di pencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah
putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 Agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan,
"Tante, kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya?". Wartawan tersebut menjawab, "Karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudian berkata, "Tante, saya juga mau menjadi
orang yang baik hati".
Wartawan itu pun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik".


Yu Yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."
Fu Yuan kaget sekali, membuka dan melihat surat tersebut. Ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan. Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam
belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat
kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini juga pada pemimpin
palang merah.

Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang- orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh".

Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. "Saya pernah datang, saya sangat patuh", demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 Agustus, karena pendarahan di pencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk
bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat
hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya.

Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air sungguh telah pergi ke dunia lain. Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak
yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakkanlah kedua sayapmu. Terbanglah....." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Di depan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu
Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30
November 1996 - 22 Agustus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan.

Selasa, 28 Agustus 2012

Kisah nyata di balik lagu "JANJIMU SEPERTI FAJAR"




Kisah Dibalik Lagu JanjiMu Seperti Fajar

Siapa yang tidak mengenal lagu Rohani JanjiMu Seperti Fajar, hampir setiap orang kristen mengenalnya, tetapi tahukah anda cerita atau kisah nyata dibalik Lagu JanjiMu Seperti Fajar tersebut.
Nah ... berikut ini mari kita simak kisah / cerita dibalik lagu tersebut ....

Nama Saya Afen Hardianto. Saya tinggal di Malang bersama dengan istri dan 2 anak saya, yang perempuan 6 thn dan yang laki-laku 4 thn. Saya berpacaran dengan istri saya sejak duduk di bangku SMA. Pada masa kita masih pacaran hubungan kita ditentang oleh keluarga istri saya. Tetapi kita tetap berpacaran sampai akhirnya kita mendapatkan restu untuk menikah.

Tanpa saya sadari ternyata saya menyimpan kepahitan dari akibat hubungan kami yang dulunya ditentang. Dan kepahitan itu saya simpan dan pupuk dan saya bawa di pernikahan sampai menyebabkan hubungan saya dengan istri menjadi kurang harmonis di tahun-tahun awal dipernikahan kami. Kemudian masuklah pihak ketiga yang semakin memperkeruh keadaan rumah tangga kami.

Dan rumah tangga saya semakin amburadul. Saya menolak dan menganggap istri saya sebagai penghalang kebahagiaan saya’, sehingga saya membenci istri saya.! Rasa Cinta terhadap istri sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kebencian yang menumpuk*.

Saya selalu menyakiti hati istri saya. Walaupun istri saya tidak membalas tetapi saya semakin menyakitinya. Saya tidak mempedulikan anak saya, dan saya pun sibuk dengan keegoisan saya sendiri. Yang dilakukan istri saya hanya “berdoa” dan “berpuasa”, bahkan saat ia mengandung anak kami yang ke 2, ia berpuasa Ester untuk saya. Istri saya menutupi segala keadaan yang terjadi dalam rumah tangga kami dari keluarganya. Ia berpegang pada Firman Tuhan di Amsal 21:1 : “Jika hati raja-raja ada di dalam genggaman tangan Tuhan, apalagi hati seorang [Afen].

Tetapi saya tetap tidak memperdulikannya sampai pada akhirnya saya menyuruh istri saya untuk pergi dan saya antarkan istri dan anak saya pulang ke rumah orang tua istri saya. Dan orang tua istri saya pun menerima mereka dan juga menghendaki perpisahan ini dan mengharapkan akan berujung pada perceraian. (*)

Saat itu istri saya berkata kepada saya, ini bukan akhir dari segalanya.

Setelah saya meninggalkan istri dan anak saya, saya berpikir saya akan menjalani hidup yang baru.
Tetapi pada suatu malam pada saat saya sendiri Tuhan mengingatkan saya pada anak saya yang pertama, saya tiba-tiba merasakan rindu dan kangen sekaliiiiii……, pada anak saya itu. Waktu itu anak saya masih berusia 1,5 Tahun. Hati saya hancur dan saya menangis. !

Saya berkata : “Tuhan apakah akhir dari hidupku akan seperti ini, saya yang dari dulu (SMP) sudah melayani Tuhan sebagai pemain music tetapi apakah rumah tanggaku akan berakhir dengan perceraian.

Di saat Merenung dan dalam kesepiaan itu. Akhirnya Afen :

Tiba-Tiba Tuhan memberikan melodi kepada saya lagu : “JanjiMu Seperti Fajar”, dimana rencana saya lagu ini akan saya simpan untuk saya pribadi.

Tetapi pada saat pendeta saya mau rekaman, pendeta saya kekurangan 1 lagu dan ia bertanya kepada saya, apa saya mempunyai lagu. Dengan malu-malu saya tunjukkan lagu JanjiMu Seperti Fajar kepadanya. Saya benar-benar tidak menyangka lagu tersebut ternyata menjadi berkat bagi banyak orang, termasuk saya dan keluarga.

Dan singkat cerita Tuhan memulihkan keluarga saya. Istri, dan anak-anak saya juga sudah kembali bersatu dengan “saya”. Bahkan anak ke 2 saya yang dulu saya tolak dan lahir secara premature tanpa saya damping juga lahir dalam keadaan yang normal dan sehat.! Dan setelah keluarga saya kembali bersatu, saya juga baru mengetahui bahwa pada saat keluarga saya berantakan setiap hari istri saya menuliskan kata-kata iman di sebuah buku (Diary).

Di dalam tulisannya tersebut istri saya mengatakan :

“Suamiku Afen pasti dikembalikan Tuhan padaku”
“Keadaan ini adalah baik bagiku karena pasti ada anugerah besar bagiku”
“Suamiku Afen adalah suami yang takut akan Tuhan,”
“Suamiku Afen adalah suami yang mengasihiku”

Dan, sekarang saya benar-benar merasakan pemulihan yang Tuhan kerjakan di dalam hidupku, bahkan saya juga tidak menyangka bahwa lagu “JanjiMu Seperti Fajar” menjadi lagu terbaik Indonesia Gospel Music Award 2006, menjadi theme song sebuah sinetron dengan judul yang sama, dan Tuhan memelihara hidup kami sekeluarga juga melalui lagu tersebut.
Lagu JanjiMu Seperti Fajar




Terima Kasih Tuhan Yesus.
BY : Sumber Hidup Anugrah :)